SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bontang, Amriadi, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas peluncuran Program Kredit Usaha Mikro nol persen yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.
Program ini dianggap sebagai langkah tepat dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Amriadi, program tersebut sangat membantu pelaku UMKM dalam mendapatkan akses modal tanpa bunga, sehingga mereka dapat lebih leluasa mengembangkan usaha tanpa terbebani oleh tekanan finansial.
“Program ini sangat membantu pelaku UMKM untuk mendapatkan akses modal tanpa bunga, sehingga mereka dapat lebih leluasa mengembangkan usaha tanpa tekanan finansial yang berat,” ungkap Amriadi, saat ditemui di Grand Mutiara, Minggu (22/9/2024)
Ia menambahkan bahwa Kadin Bontang siap mendukung Pemkot dalam pelaksanaan program ini. Menurutnya, program tersebut merupakan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing.
“Kami di Kadin melihat ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal. Dengan modal usaha yang lebih mudah diakses, UMKM bisa tumbuh lebih cepat, berinovasi, dan berkontribusi dalam mendorong Bontang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih dinamis,” tambah Amriadi.
Selain mendukung program Kredit Usaha Mikro, Amriadi juga memberikan apresiasi terhadap rencana Pemkot Bontang yang akan meluncurkan program “UMKM Naik Kelas.” Program ini bertujuan untuk memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah agar dapat menembus pasar ekspor internasional.
“Dengan adanya akses ekspor, ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi produk-produk lokal Bontang untuk dikenal di pasar internasional. Kadin siap bekerja sama untuk menyukseskan program ini,” tutupnya.
Program Kredit Usaha Mikro nol persen dan “UMKM Naik Kelas” ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Bontang serta mendorong UMKM di daerah tersebut untuk lebih kompetitif, baik di pasar lokal maupun internasional.





