SPASIKALTIM, Bontang, 11 Februari 2025 – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan di wilayahnya. Pada Selasa pagi sekitar pukul 10.30 WITA, tim DKP3 yang dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan, didampingi Lurah Satimpo dan Bhabinkamtibmas, melakukan monitoring dan pemantauan urban farming di SD YPDV Vidatra, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai rencana serta memberikan dukungan penuh bagi masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah, dalam mengoptimalkan hasil urban farming. Kabid Ketahanan Pangan DKP3 melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman di lingkungan sekolah, menilai kesiapan siswa dan tenaga pendidik dalam mengelola lahan pertanian mini yang telah dikembangkan.

Kepala Sekolah SD YPDV Vidatra, Lina, menyampaikan bahwa program urban farming ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian dan kepedulian lingkungan kepada siswa.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada para siswa agar semakin tertarik dalam urban farming. Dengan begitu, mereka bisa menghasilkan panen yang optimal, mencukupi kebutuhan pangan, serta turut menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Lina.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Suhariyanto, menjelaskan bahwa siswa diajarkan untuk menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari cabai, terong, bunga telang, hingga tanaman obat keluarga (toga). Tidak hanya itu, mereka juga diperkenalkan dengan konsep beternak sederhana guna meningkatkan keterampilan serta kreativitas dalam memanfaatkan lingkungan sekitar.

“Harapannya, ilmu yang didapat di sekolah bisa mereka terapkan di rumah masing-masing, sehingga manfaatnya lebih luas dan ketahanan pangan semakin terjaga,” jelas Suhariyanto.

Dengan adanya monitoring dan pemantauan ini, DKP3 berharap program ketahanan pangan di sekolah dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. Dukungan serta pembinaan dari pemerintah diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi para siswa dan lingkungan sekolah, sehingga urban farming bukan hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi juga bagian dari pola hidup yang berkelanjutan.

“Kami akan terus memberikan pendampingan agar hasil pertanian yang dihasilkan benar-benar optimal dan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Bontang,” pungkas perwakilan DKP3.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, program urban farming ini berpotensi menjadi langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat di Kota Bontang.