SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesehatan warga kembali ditunjukkan Kelurahan Satimpo melalui Program Tengok Tetangga, Jumat (14/8/2026). Program ini tidak sekadar menghadirkan bantuan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah kelurahan untuk melihat langsung kondisi masyarakat dari dekat.

Kegiatan tersebut dipimpin Lurah Satimpo Maryono, dengan menyambangi dua warga di RT 24, yakni Sitti Aminah dan Wongso Indrajit. Keduanya menerima paket sembako sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari keluarga besar Kelurahan Satimpo.

Dalam kunjungan itu, Maryono didampingi staf Kelurahan Satimpo, Sekretaris RT 24, serta mahasiswa KKN Angkatan 52 Universitas Mulawarman. Kehadiran mereka membuat kegiatan berlangsung lebih hangat, karena tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berdialog langsung dengan warga.

Paket sembako yang disalurkan berasal dari iuran pegawai Kelurahan Satimpo yang dikumpulkan setiap Kamis. Iuran tersebut kemudian diwujudkan menjadi bantuan bagi warga yang dinilai membutuhkan.

Langkah sederhana itu menjadi bentuk solidaritas sekaligus upaya menumbuhkan budaya saling peduli di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Program Tengok Tetangga sendiri merupakan salah satu program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2025–2029. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat sekaligus mendeteksi lebih dini berbagai persoalan yang mungkin dihadapi warga.

Melalui kunjungan langsung, pemerintah dapat mengetahui kondisi warga secara lebih nyata. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang mereka hadapi.

Bagi Kelurahan Satimpo, pola seperti ini penting agar bantuan tidak hanya diberikan ketika persoalan sudah membesar. Kepedulian sejak dini diharapkan mampu mencegah warga mengalami kondisi yang lebih sulit, terutama berkaitan dengan kebutuhan pangan maupun keadaan darurat.

Maryono menegaskan, semangat Tengok Tetangga diharapkan tidak berhenti pada penyerahan paket sembako.

“Dengan saling mengunjungi dan memperhatikan kondisi tetangga, kita dapat mengetahui lebih awal apabila ada warga yang membutuhkan perhatian maupun bantuan. Semoga kegiatan ini dapat terus menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong di lingkungan Kelurahan Satimpo,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan sebuah lingkungan bukan hanya terletak pada program pemerintah, tetapi juga pada kepedulian antarwarga. Ketika masyarakat terbiasa memperhatikan kondisi tetangga, berbagai persoalan sosial dapat lebih cepat diketahui dan ditangani bersama.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara kelurahan, perangkat RT, mahasiswa KKN, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang tanggap terhadap kebutuhan warganya.

Dari sebuah kunjungan sederhana, pesan yang dibawa Program Tengok Tetangga menjadi lebih luas: tidak ada warga yang seharusnya merasa berjalan sendiri ketika menghadapi kesulitan.

Kelurahan Satimpo pun berkomitmen menjaga semangat tersebut agar kepedulian dan gotong royong terus tumbuh, dimulai dari lingkungan terdekat—dari tetangga untuk tetangga. (*)