spasikaltim.com – Seorang anggota komunitas olahraga di Surabaya dan Indonesia membagikan pengalaman pribadinya di media sosial, yang mengejutkan terkait kesehatan. Meskipun rajin berolahraga, tidak merokok, dan tidak begadang, ia tetap terkena stroke.

Berikut kisahnya yang diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Empat bulan yang lalu, pria yang tidak disebutkan namanya ini masih aktif bersepeda dan berfitness, merasa sangat fit dan sehat. Namun, suatu pagi, saat sedang sarapan, ia tiba-tiba merasa sekelilingnya bergoyang dan tangan serta kakinya kesemutan dan lemas. Ia segera dilarikan ke RS Santo Yosef Bandung dan menjalani perawatan selama lima hari.

Hasil diagnosa menunjukkan bahwa ia terkena TIA (Transient Ischemic Attack) akibat adanya plak di otak kecil dan kekentalan darah yang tinggi, meskipun tekanan darahnya normal (120/70) dan kolesterolnya 268.

Dalam refleksinya, ia menyadari bahwa penyebab sebenarnya dari kondisinya adalah kurangnya asupan air yang menyebabkan dehidrasi dan kekentalan darah.

“Meskipun saya rajin berolahraga dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan begadang, saya tidak menyadari bahwa kekurangan air dapat berakibat fatal,” tulisnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga hidrasi tubuh dengan baik, meskipun banyak orang beranggapan bahwa minum banyak air akan membuat mereka sering ke toilet. “Lebih baik sering ke toilet daripada terkena stroke,” tambahnya.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa menjaga kesehatan tidak hanya melibatkan olahraga dan menghindari kebiasaan buruk, tetapi juga memastikan tubuh terhidrasi dengan baik. Penting untuk rutin memeriksakan kesehatan, mengenali tanda-tanda awal stroke, dan menjalani gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi semua orang untuk lebih peduli terhadap kesehatannya.