SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Kota Bontang terus memperlihatkan geliat positif di sektor investasi. Hingga triwulan II tahun 2025, tercatat 206 pelaku usaha non-UMK menjalankan kegiatan usahanya di kota industri ini.

Dari jumlah tersebut, 10 pelaku usaha merupakan Penanaman Modal Asing (PMA), sementara 196 lainnya merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Data tersebut menunjukkan bahwa minat investor untuk menanamkan modal di Bontang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa tren positif ini menjadi cerminan dari membaiknya iklim investasi di daerah.

“Kami berkomitmen memberikan kemudahan perizinan dan pelayanan yang cepat agar para pelaku usaha semakin nyaman berinvestasi di Bontang,” ujarnya, Selasa (29/10/2025).

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode triwulan II, sebanyak 90 pelaku usaha non-UMK telah menyampaikan laporan, terdiri dari 82 PMDN dan 8 PMA. Dari laporan itu, 199 pelaku usaha telah merealisasikan investasinya dengan total 1.486 proyek atau kegiatan usaha.

Aspiannur menyebut, penyerapan tenaga kerja Indonesia (TKI) pada periode tersebut mencapai 712 orang, seluruhnya berasal dari investasi PMDN yang menjadi penggerak utama ekonomi lokal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan dan jasa masih menjadi primadona bagi investor untuk menanamkan modal di Bontang.

“Kami terus mendorong agar pelaku usaha melaporkan realisasi investasinya secara berkala melalui sistem OSS dan LKPM online. Ini penting agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat dipantau secara akurat dan transparan,” tutupnya.