SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Kinerja investasi di Kota Bontang menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan III Tahun 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp821,53 miliar atau 75,85 persen dari target tahunan sebesar Rp2,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Taman.
“Kami terus berupaya menjaga momentum ini melalui penyederhanaan perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan agar investasi di Bontang semakin tumbuh berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Dari total nilai investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan Rp789,1 miliar atau 96,05 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi Rp32,43 miliar atau 3,95 persen.
Sepanjang periode itu, terdapat 206 pelaku usaha non-UMK yang menjalankan 330 proyek, menyerap 307 tenaga kerja lokal dan 10 tenaga kerja asing (TKA). Tingkat kepatuhan pelaporan investasi juga mencapai 44,17 persen.
Dari sisi wilayah, Bontang Utara menjadi penyumbang terbesar dengan Rp785,97 miliar atau 95,67 persen dari total investasi. Disusul Bontang Selatan Rp35,23 miliar (4,28 persen) dan Bontang Barat Rp337,7 juta (0,04 persen).
Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi masih menjadi primadona dengan kontribusi 93,20 persen dari total PMDN. Diikuti sektor transportasi, gudang, dan komunikasi (2,51 persen), jasa lainnya (1,78 persen), perdagangan dan reparasi (1,36 persen), serta industri logam dasar (0,55 persen).
Sementara untuk PMA, investasi terbesar mengalir ke sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (68,83 persen); industri makanan (27,99 persen); industri kimia dasar (2,09 persen); hotel dan restoran (0,99 persen); serta perdagangan dan reparasi (0,11 persen).
Aspiannur menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas iklim investasi di Bontang.
“Dengan pelayanan yang semakin cepat dan transparan, kami optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai,” pungkasnya. (*)





