SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bontang kembali diperkuat dengan menggandeng partisipasi masyarakat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang resmi melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester II Tahun 2025 sebagai langkah evaluasi sekaligus pembenahan layanan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, menegaskan bahwa SKM bukan sekadar rutinitas, tetapi instrumen penting untuk mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja instansi.
“SKM bukan hanya formalitas. Ini adalah bentuk keterbukaan kami terhadap masyarakat agar mereka bisa menilai dan memberi masukan atas layanan yang diterima. Dari situ, kami bisa melakukan evaluasi untuk membangun sistem yang lebih cepat, transparan, dan efisien,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, partisipasi warga sangat menentukan keberhasilan tata kelola pemerintahan yang baik. Melalui survei ini, masyarakat diberi ruang untuk terlibat langsung dalam proses peningkatan kualitas layanan.
“Partisipasi publik adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang akuntabel. Kami ingin masyarakat turut mengawasi sekaligus menjadi mitra dalam perbaikan layanan,” tegasnya.
DPMPTSP menyediakan akses SKM secara daring melalui QR Code yang dicantumkan di laman resmi dan media sosial dinas. Metode ini dibuat untuk menjangkau lebih banyak responden tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Aspiannur menjelaskan, hasil SKM nantinya menjadi bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan pelayanan di masa depan. DPMPTSP berkomitmen menjadikan masukan masyarakat sebagai pijakan dalam memperbaiki sekaligus meningkatkan integritas pelayanan publik di Bontang.
“Masukan dari warga akan terus kami jadikan bahan refleksi agar pelayanan kami selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (*)





