SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui DPMPTSP kembali menghadirkan terobosan baru dalam upaya menguatkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Inovasi itu diwujudkan lewat program SI KUMBANG BONTANG, singkatan dari Strategi Kemitraan antara Usaha Besar dengan Koperasi Merah Putih untuk Pengembangan UMKM guna Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi.

Program ini menegaskan peran DPMPTSP bukan sekadar lembaga perizinan dan pintu masuk investasi, melainkan motor penggerak kolaborasi ekonomi yang berkeadilan dan inklusif.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa SI KUMBANG BONTANG dirancang sebagai jembatan kemitraan antara perusahaan besar dengan koperasi serta UMKM lokal. Sinergi ini diharapkan melahirkan rantai ekonomi yang kuat, saling menopang, dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin berhenti di layanan perizinan. Melalui SI KUMBANG BONTANG, kami ingin memastikan usaha besar turut berkontribusi dalam pembinaan dan pemberdayaan UMKM melalui wadah Koperasi Merah Putih,” ujar Aspiannur, Selasa (21/10/2025).

Sebagai wujud keseriusan, DPMPTSP telah membentuk Tim Efektif SI KUMBANG BONTANG yang bertugas mengawal implementasi program di lapangan. Tim ini akan memastikan sinergi yang terbangun benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha sekaligus mendukung arah pembangunan ekonomi daerah.

Aspiannur menegaskan, kemitraan usaha besar dan UMKM menjadi fondasi penting dalam menciptakan perekonomian Bontang yang tangguh, adaptif, dan merata.

“Ketika usaha besar dan UMKM bersinergi, maka ekonomi daerah akan tumbuh lebih stabil, merata, dan inklusif,” tegasnya.

Lewat inovasi ini, DPMPTSP Bontang berharap dapat membangun ekosistem ekonomi kolaboratif yang membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk naik kelas. SI KUMBANG BONTANG juga disiapkan sebagai strategi jangka panjang agar pelaku usaha lokal semakin siap bersaing di level nasional maupun global.

Dengan langkah progresif tersebut, Bontang kian meneguhkan dirinya sebagai kota yang ramah investasi sekaligus berpihak pada penguatan ekonomi rakyat. (Adv)