SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, M. Ardiansyah, terus mendorong inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penyediaan alat press sampah yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil daur ulang sekaligus membantu operasional bank sampah di lingkungan warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di RT 18, Kelurahan Sempaja Lestari, Kota Samarinda.

Hal tersebut disampaikan Ardiansyah usai kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) terkait pengelolaan sampah, di mana ia juga menyerahkan bantuan alat press sampah kepada masyarakat. Menurutnya, alat tersebut menjadi solusi nyata untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan harga jual sampah yang telah dipadatkan.

“Selama ini sampah plastik, kardus, dan kertas yang tidak dipress harganya relatif rendah. Namun setelah dipadatkan menggunakan alat press, nilainya bisa meningkat signifikan. Misalnya dari Rp1.000 per kilogram bisa naik menjadi Rp4.000 per kilogram,” ujar Ardiansyah saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, pihaknya telah beberapa kali melakukan uji coba pembuatan alat press sampah. Pada percobaan awal, alat masih menggunakan tenaga manual, namun dinilai kurang efektif karena membutuhkan tenaga besar. Kondisi tersebut cukup menyulitkan para pengelola bank sampah yang mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga.

Karena itu, inovasi terbaru kini menggunakan sistem listrik berdaya rendah yang dinilai lebih efisien dan mempermudah proses kerja. Meski ada biaya operasional listrik, Ardiansyah menilai hal itu sebanding dengan peningkatan keuntungan yang diperoleh masyarakat.

“Tenaganya lebih ringan, hasilnya lebih maksimal, dan nilai jual sampah meningkat. Ini tentu sangat membantu bank sampah,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya proses pemilahan sampah berdasarkan jenis dan kualitas. Botol plastik, misalnya, memiliki kategori tersendiri seperti plastik bening, putih, maupun biru yang masing-masing memiliki harga berbeda di pasaran. Begitu pula kardus dan kertas yang harus dipisahkan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Ardiansyah berharap keberadaan alat press ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik. Menurutnya, semakin tinggi nilai ekonomi sampah, maka semakin besar pula minat warga untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga.

“Kalau masyarakat melihat sampah bisa menghasilkan, tentu kesadaran untuk menjaga lingkungan akan ikut meningkat. Ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi persoalan sampah di Samarinda,” ucapnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar dapat mengadakan alat serupa dan mendistribusikannya ke RT maupun kelompok bank sampah di berbagai wilayah. Selain itu, program pengadaan juga dapat dilakukan melalui skema Probebaya maupun dukungan CSR perusahaan swasta.

Dari sisi pribadi dan partainya, Ardiansyah memastikan akan terus berkontribusi membantu masyarakat melalui pengadaan unit alat press sampah secara bertahap. Jika bantuan yang telah diberikan terbukti efektif dan bermanfaat, maka jumlah bantuan ke depan akan ditambah.

“Kalau hasilnya baik dan masyarakat merasakan manfaatnya, insya Allah tahun depan kami siap menambah lagi, bisa lima sampai sepuluh unit. Harapan kami, seluruh RT nantinya bisa memiliki alat seperti ini,” tutupnya. (*)