SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Perbedaan data jumlah penduduk di Kota Samarinda mulai memicu perhatian serius kalangan DPRD. Ketidaksinkronan antara data resmi dan kondisi riil di lapangan dinilai berpotensi membuat klaim kemajuan daerah menjadi bias.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menilai persoalan tersebut bukan sekadar perbedaan angka, melainkan menyangkut validitas indikator utama dalam menilai keberhasilan pembangunan, khususnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.

“Kalau data dasarnya saja berbeda, maka hasil penilaiannya juga bisa menyesatkan,” ujar Abdul Rohim, Senin (27/4/2026).

Ia mengungkapkan, data jumlah penduduk yang digunakan saat ini masih belum seragam. Berdasarkan catatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah penduduk Samarinda berada di kisaran 890 ribu jiwa. Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka sekitar 860 ribu jiwa.

Di sisi lain, kondisi di lapangan disebut menunjukkan angka yang lebih tinggi, bahkan diperkirakan mendekati satu juta jiwa.

Menurut Rohim, selisih tersebut bukan persoalan kecil karena akan berpengaruh langsung terhadap perhitungan PDRB per kapita yang menjadi salah satu indikator status kemajuan daerah.

“Kalau jumlah penduduknya lebih besar, otomatis PDRB per kapitanya turun. Ini bisa mengubah status daerah secara signifikan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak boleh terburu-buru menyimpulkan capaian pembangunan tanpa memastikan data yang digunakan benar-benar valid, akurat, dan konsisten.

“Jangan sampai kita merasa sudah maju, padahal indikatornya belum akurat,” tegasnya.

Karena itu, DPRD meminta instansi terkait segera melakukan peninjauan ulang terhadap data yang digunakan dalam laporan pertanggungjawaban pembangunan daerah.

Langkah tersebut dinilai penting agar evaluasi pembangunan tidak hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi juga mencerminkan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut arah kebijakan ke depan. Kalau datanya keliru, kebijakannya juga bisa meleset,” pungkasnya.