SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Gelaran Pesta Pedas Puas 2026 memberikan dampak positif bagi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Samarinda. Selama tujuh hari pelaksanaan, nilai transaksi yang tercatat melalui sistem pembayaran digital QRIS mencapai Rp2,6 miliar. Angka tersebut belum termasuk transaksi tunai yang dilakukan pengunjung selama acara berlangsung.
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dan berbelanja di stan-stan UMKM lokal. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Samarinda memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan.
“Di situasi ekonomi yang seperti sekarang, ternyata perputaran ekonomi selama tujuh hari melalui transaksi QR saja mencapai Rp2,6 miliar. Kami belum menghitung transaksi tunainya, sehingga nilainya tentu bisa lebih besar lagi,” ujar Celni saat di wawancarai oleh awak media, Senin (8/6/2026).
Celni mengatakan keberhasilan Pesta Pedas Puas tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat yang terus mendukung produk-produk lokal. Ia menilai dukungan tersebut menjadi energi penting bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas usahanya.
“Kami sangat senang dan bangga karena masyarakat Kota Samarinda saling membantu untuk menggerakkan perekonomian UMKM yang ada saat ini,” katanya.
Ia menjelaskan, Pesta Pedas Puas merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Melihat tingginya animo masyarakat dan dampaknya terhadap perekonomian lokal, kegiatan tersebut akan kembali dilaksanakan pada tahun depan dengan berbagai inovasi dan konsep baru.
“Alhamdulillah ini sudah tahun keempat. Insya Allah tahun depan akan kita laksanakan lagi. Setiap penyelenggaraan kami selalu berusaha menghadirkan terobosan baru agar pengunjung tidak bosan, mulai dari hiburan, program menarik, doorprize hingga berbagai ide kreatif yang bisa dinikmati bersama keluarga,” jelasnya.
Celni juga mengajak para pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi pada penyelenggaraan berikutnya untuk mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Menurutnya, kualitas produk, kemasan, dan kebersihan menjadi aspek penting yang akan menjadi perhatian dalam proses kurasi peserta.
“Kami berharap UMKM yang ingin bergabung dapat terus memperbaiki packaging, menjaga kualitas rasa, dan mengutamakan kebersihan. Tidak perlu terlalu banyak menjual produk, cukup fokus pada produk unggulan yang menjadi andalan. Kami juga akan membantu memasarkan dan memperkenalkannya kepada masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan seperti Pesta Pedas Puas, Celni berharap UMKM Samarinda semakin berkembang, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.





