SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Persoalan minimnya daya tampung sekolah negeri yang kembali mencuat pada PPDB tahun 2026 dinilai menjadi indikator belum optimalnya perencanaan pendidikan di Kota Samarinda. Anggota DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan pemerintah perlu melakukan pemetaan jumlah peserta didik secara akurat untuk mencegah persoalan serupa terus berulang setiap tahun.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menilai permasalahan keterbatasan kursi di sekolah negeri seharusnya dapat diantisipasi sejak dini apabila pemerintah memiliki pemetaan yang jelas terkait jumlah lulusan dan kebutuhan pendidikan pada setiap jenjang.

Menurutnya, data yang valid menjadi dasar penting dalam menentukan kebutuhan ruang kelas baru maupun pembangunan unit sekolah baru yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Pemerintah harus memiliki gambaran yang jelas mengenai jumlah lulusan setiap tahun. Dari situ bisa diketahui berapa ruang kelas tambahan atau bahkan sekolah baru yang perlu disiapkan,” ujar Abdul Rohim, Kamis (11/6/2026).

Ia menjelaskan, perencanaan berbasis data akan membantu pemerintah menghitung secara lebih akurat rasio antara jumlah calon peserta didik dan kapasitas sekolah yang tersedia. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya ketimpangan daya tampung yang selama ini kerap terjadi, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.

Rohim menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Karena itu, persoalan keterbatasan akses ke sekolah negeri tidak boleh terus berulang setiap tahun tanpa solusi yang konkret.

Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat berbagai program pendukung yang dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Kesempatan melanjutkan pendidikan jangan hanya berhenti di tingkat sekolah. Anak-anak Samarinda harus mendapat peluang yang lebih besar untuk menempuh pendidikan sampai perguruan tinggi,” katanya.

Lebih lanjut, Rohim mengusulkan penguatan program beasiswa bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktoral. Menurutnya, kesempatan serupa juga perlu diberikan kepada tenaga pendidik dan dosen sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda.

“Kalau kita ingin memiliki SDM yang unggul di masa depan, maka investasi terbesar yang harus dilakukan adalah pada sektor pendidikan. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dampaknya sangat besar bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Ia berpandangan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing daerah di masa depan. Dengan kualitas pendidikan yang semakin baik, Samarinda diyakini akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang terus berkembang.

Karena itu, Abdul Rohim berharap sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah, baik melalui penyediaan infrastruktur yang memadai, perluasan akses belajar, maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, komitmen yang kuat terhadap penguatan pendidikan akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang kompetitif dan mampu mendorong kemajuan Kota Samarinda di masa mendatang.