SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketergantungan Kota Samarinda terhadap Transfer ke Daerah (TKD) dinilai masih terlalu tinggi. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda, M. Adriansyah, meminta Pemkot mulai memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar pembangunan tidak mudah terganggu ketika terjadi penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.
Adriansyah menilai ketergantungan yang terlalu besar terhadap TKD membuat program pembangunan daerah rentan terganggu ketika terjadi perubahan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Ini momentum buat kita semua untuk sadar diri. Jangan terlalu bergantung dengan TKD. Komposisi APBD kita masih sekitar 20 persen PAD dan 80 persen TKD. Bayangkan kalau TKD terganggu, padahal itu bukan keputusan kita. Perencanaan yang sudah disusun juga bisa ikut terdampak,” ucap Aan, Saat ditemui awak media, Rabu (22/7/2026).
Karena itu, Banggar terus mendorong pemerintah meningkatkan target PAD melalui optimalisasi berbagai sektor yang masih memiliki potensi besar. Menurutnya, penerimaan dari sektor perparkiran, retribusi daerah, hingga pajak daerah perlu dievaluasi dan dimaksimalkan agar mampu menjadi penopang fiskal daerah.
Ia menjelaskan, salah satu penyumbang terbesar PAD berasal dari sektor hotel dan restoran. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menciptakan daya tarik agar lebih banyak wisatawan datang dan menginap di Samarinda.
“Yang harus dicari jawabannya adalah bagaimana membuat orang mau datang ke Samarinda dan menginap di hotel. Itu yang nantinya akan berdampak pada peningkatan pajak hotel dan restoran,” katanya.
Adriansyah juga kembali mendorong agar Dinas Pariwisata berdiri sebagai organisasi perangkat daerah tersendiri sehingga memiliki fokus dan anggaran yang lebih optimal. Selain itu, ia mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu banyak melakukan studi banding, melainkan lebih mengembangkan ide kreatif dengan memanfaatkan potensi wisata lokal.
Menurutnya, kawasan seperti Bukit Steling maupun sejumlah titik di wilayah yang memiliki potensi dalam rangka peningkatan PAD. Pemerintah, kata dia, cukup menghadirkan dukungan melalui perbaikan infrastruktur dasar, terutama akses jalan menuju lokasi wisata agar potensi tersebut dapat berkembang dan berdampak terhadap peningkatan PAD Kota Samarinda. (Adv/ DPRD Samarinda)





