SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Kemarau berkepanjangan yang melanda Samarinda dan sejumlah wilayah sekitarnya mulai menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini, terutama terhadap potensi berkurangnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, meminta pemerintah bersama instansi terkait meningkatkan pemantauan terhadap kondisi perairan. Menurutnya, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah potensi masuknya air laut ke wilayah tertentu yang dapat memengaruhi kondisi sumber air.
“Kalau air laut sudah masuk sampai ke wilayah Handil dan kemudian bergerak ke Palaran. Ini harus menjadi perhatian serius,” ucap Deni, Rabu (26/8/2026).
Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Terlebih, kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat memberikan tekanan terhadap ketersediaan sumber air yang selama ini digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Deni mengatakan, pemerintah perlu memiliki langkah antisipasi sebelum dampak kemarau semakin meluas. Ketersediaan air bersih, kata dia, harus menjadi salah satu prioritas dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan musim kering yang berkepanjangan.
“Jangan sampai masyarakat kemudian mengalami kekurangan air bersih. Itu yang harus kita antisipasi,” tegasnya.
Menurut Deni, langkah antisipasi dapat dilakukan melalui pemantauan kondisi sumber air dan wilayah yang berpotensi terdampak. Koordinasi antarinstansi juga dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi penurunan ketersediaan air.
Selain langkah konvensional, Deni menyebut rekayasa cuaca dapat dipertimbangkan apabila kondisi kemarau semakin parah. Opsi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu menghadirkan hujan ketika kondisi memungkinkan dan memang dibutuhkan.
“Kalau memang diperlukan, rekayasa cuaca bisa menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan,” pungkasnya.
DPRD Samarinda berharap pemerintah tidak menunggu sampai masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Antisipasi sejak awal dinilai penting untuk menjaga kebutuhan dasar warga sekaligus mengurangi risiko yang dapat muncul akibat kemarau berkepanjangan. (Adv/ DPRD Samarinda)





