SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang menggelar razia gabungan kamar hunian serta tes urine terhadap pegawai dan warga binaan, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang, Kodim 0908/Bontang, dan Polres Bontang.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memperkuat komitmen Lapas Bontang dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar).

Razia dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Agus Wahono, bersama jajaran struktural dan petugas pengamanan. Turut hadir Kepala BNNK Bontang beserta tim, lima personel Kodim 0908/Bontang, serta satu peleton personel Polres Bontang.

Tim gabungan melakukan penggeledahan terhadap lima kamar hunian di Blok Nusantara I, lima kamar hunian di Blok Nusantara II, serta seluruh kamar hunian di Blok Nusa Baru.

Kalapas Bontang, Agus Wahono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta meminimalisasi masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di dalam lapas.

“Razia ini merupakan bentuk komitmen kami dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, dan BNNK Bontang untuk mewujudkan Lapas Bontang yang aman, tertib, serta bersih dari handphone dan narkoba,” ujar Agus.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di dalam kamar hunian, antara lain hanger besi, tutup toples berbahan stainless, baut, korek gas, baterai, kaleng besi, cutter, tali, paku sekrup, asbak logam, pinset, sendok stainless, botol kaca, serta sejumlah barang lainnya.

Dalam razia tersebut, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Seluruh barang hasil penggeledahan kemudian diinventarisasi dan didata untuk selanjutnya dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan.

Selain razia kamar hunian, BNNK Bontang juga melaksanakan tes urine terhadap 10 pegawai dan 40 warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.

Agus menegaskan razia dan tes urine akan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam menjaga keamanan serta meningkatkan pengawasan di lingkungan Lapas Bontang.

“Kami tidak akan memberikan ruang terhadap peredaran narkoba maupun barang terlarang lainnya. Pengawasan dan deteksi dini akan terus kami tingkatkan sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Bontang,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (*)