SAMARINDA, SPASIKALTIM.COM – Kondisi kemarau yang melanda Kota Samarinda selama hampir dua bulan terakhir mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan. Ia mengajak masyarakat bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menggelar salat istisqa sebagai upaya memohon turunnya hujan.
Menurut Arif, kondisi cuaca yang berkepanjangan tanpa hujan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ketika hujan belum turun dan kondisi lingkungan mulai mengalami kekeringan, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan,” ujar Arif, Jumat (4/9/2026).
Ia berharap MUI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dapat memfasilitasi pelaksanaan salat istisqa secara berjemaah sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi musim kemarau.
Selain mengajak masyarakat memperbanyak doa, Arif juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin meluas.
“Pada saat yang sama kita juga harus menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, mengurangi kerusakan hutan dan menjaga sumber-sumber air,” tegasnya.
Arif menilai, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu faktor penting untuk meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau berlangsung.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan mudah terbakar.
Menurutnya, upaya spiritual melalui salat istisqa perlu diiringi langkah nyata dalam menjaga lingkungan serta menghemat penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Semoga dengan salat istisqa dan doa bersama, Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, merata dan membawa maslahat bagi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv/ DPRD Samarinda)





