SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Warga Jalan Hasanudin RT 06, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah pria lanjut usia di dalam sebuah rumah, Kamis (1/1/2026). Bau menyengat yang tercium dari dalam rumah menjadi awal terungkapnya peristiwa tersebut.

Korban diketahui berinisial P (65), yang selama ini tinggal di rumah tersebut. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh keponakan korban, A.S. (40), yang juga tinggal serumah. Saksi baru kembali ke rumah pada dini hari setelah beberapa hari tidak berada di tempat. Saat itu, ia mencium bau tidak sedap, namun mengira berasal dari bangkai hewan.

Kecurigaan baru muncul pada pagi harinya sekitar pukul 07.00 Wita. Saat menelusuri sumber bau, saksi mengintip ke dalam kamar korban melalui celah pintu dan mendapati korban telah tergeletak tak bernyawa di atas kasur.

Saksi kemudian menghubungi kerabat korban lainnya, S (58). Setelah dilakukan pengecekan, diketahui pintu kamar korban terkunci dari dalam. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Ketua RT setempat. Bersama warga, Ketua RT melakukan pengecekan melalui jendela kamar yang tidak terkunci dan memastikan korban telah meninggal dunia.

Mendapat laporan warga, Polsek Sungai Pinang bergerak cepat. Sekira pukul 10.00 Wita, personel Polsek Sungai Pinang bersama Unit Inafis Polresta Samarinda dan PMI tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dari lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sejumlah barang milik korban berupa dompet dan dokumen pribadi.

Hasil pemeriksaan awal oleh Unit Inafis menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan. Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menonjol pada tubuh korban.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam, menegaskan bahwa pihaknya telah menangani peristiwa tersebut sesuai prosedur.

“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat, dengan mengamankan TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Saat ini situasi di lokasi aman dan kondusif, sementara penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” ujarnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. (*)