SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang terus berinovasi dalam memperkenalkan potensi unggulan daerah ke tingkat nasional dan internasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat promosi investasi melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk bandara dan media nasional.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan, pihaknya telah memasang iklan promosi investasi di dua bandara utama Kalimantan Timur, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan Bandara APT Pranoto Samarinda. Iklan tersebut tayang selama tiga bulan hingga April 2025 lalu.

“Kontrak iklan memang hanya tiga bulan. Tapi kalau tidak ada kendala dan anggaran memadai, kami berencana lanjutkan kembali kerja sama dengan kedua bandara itu,” ujarnya.

Menurut Aspiannur, bandara merupakan titik strategis karena menjadi pintu masuk utama bagi pelaku usaha yang datang ke Kalimantan Timur. Melalui promosi visual di area bandara, DPMPTSP berharap pesan ajakan untuk berinvestasi di Bontang dapat menjangkau lebih banyak kalangan, baik pengusaha lokal, nasional, maupun mancanegara.

Selain promosi di bandara, DPMPTSP juga menggandeng media arus utama berbasis nasional seperti CNN Indonesia, Kompas, Liputan6, Detik, dan Beritasatu. Melalui kerja sama ini, informasi mengenai potensi dan peluang investasi di Bontang disebarluaskan secara luas, menjangkau audiens nasional hingga internasional.

“Dengan dukungan media besar, eksposur Bontang sebagai kota industri sekaligus kota ramah investasi bisa makin meluas,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, DPMPTSP tengah merancang kerja sama dengan salah satu televisi nasional untuk membuat program talkshow berdurasi satu jam khusus membahas potensi investasi di Bontang. Figur Desi Anwar disebut menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan untuk memandu acara tersebut melalui program di CNN Indonesia TV.

“Masih tahap rencana, akan kami ajukan pada anggaran tahun 2026. Biayanya memang besar, tapi dampaknya juga akan signifikan bagi citra dan daya tarik investasi Bontang,” jelas Aspiannur.

Tak berhenti di situ, DPMPTSP juga aktif mengikuti pameran investasi di berbagai daerah untuk memperkenalkan potensi lokal kepada calon investor dari luar kota maupun luar negeri. Melalui forum tersebut, Bontang ingin menunjukkan diri sebagai daerah dengan potensi industri, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang kompetitif.

Seluruh langkah ini, kata Aspiannur, sejalan dengan visi Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris yang menjadikan investasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan kota.

“Dengan promosi yang terarah, pelayanan perizinan yang cepat, dan potensi daerah yang besar, kami optimistis Bontang siap menyambut gelombang investasi baru di masa mendatang,” pungkasnya. (*)