SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Fauzi Achmad, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di DPMPTSP Bontang, menorehkan pencapaian membanggakan. Ia dinobatkan sebagai peserta terbaik pertama pada Pelatihan Dasar CPNS (Angkatan VI) Tahun 2026, berkat inovasi sistem digital bernama PRISMA (Pelaporan dan Statistik Mal Pelayanan Publik).
Inovasi tersebut dinilai membawa dampak nyata dalam peningkatan kualitas layanan publik di Kota Bontang, khususnya dalam pengelolaan data pengunjung di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Sebelum PRISMA diterapkan, pencatatan jumlah pengunjung di MPP dilakukan secara manual. Petugas harus mendatangi setiap gerai satu per satu untuk menanyakan jumlah kedatangan harian—metode yang menyita waktu, rentan salah hitung, dan kerap membuat data tidak sinkron.
Melalui PRISMA, seluruh proses tersebut kini dilakukan secara otomatis. Pengunjung dapat memilih gerai tujuan melalui sistem antrian digital, sementara setiap instansi memiliki halaman antrian tersendiri yang terhubung langsung dengan petugas, memungkinkan pemantauan jumlah pengunjung secara real-time.
“Dengan PRISMA, pengunjung bisa langsung memilih gerai tujuan melalui sistem antrian digital. Setiap instansi punya halaman antrian sendiri, jadi petugas dapat memantau secara real-time,” ujar Fauzi Achmad.
Inovasi ini mendapat apresiasi luas karena meningkatkan efisiensi, mempercepat pelayanan, sekaligus memperkuat transparansi data—dua aspek penting dalam transformasi layanan publik modern.
Prestasi Fauzi menjadi bukti kemampuan talenta muda di lingkungan birokrasi untuk menghadirkan solusi yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi di birokrasi sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Harapannya, PRISMA dapat menjadi model bagi pengembangan layanan digital lainnya,” tutup Fauzi. (Adv)





