SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Paguyuban Pelestari Tosan Aji Bessai Berinta (Panji Beber) Kota Bontang mengukuhkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031, Minggu (28/6/2026) malam. Prosesi pelantikan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Panji Beber itu berlangsung khidmat dengan nuansa budaya yang kental.
Kegiatan tersebut dihadiri para anggota, sesepuh, serta sejumlah tamu undangan. Selain menjadi agenda reorganisasi, pelantikan juga menjadi momentum memperkuat komitmen pelestarian tosan aji sebagai bagian dari warisan budaya.
Dalam prosesi tersebut, Maryono resmi dilantik sebagai Ketua Umum Panji Beber periode 2026–2031. Serah terima kepemimpinan ditandai dengan penyerahan tombak Panji Beber, yang dimaknai sebagai simbol amanah dan keberlanjutan perjuangan organisasi.
Usai dilantik, Maryono menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Panji Beber selama lima tahun ke depan. Ia menegaskan, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga eksistensi organisasi sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
“Kepengurusan ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang lebih aktif, terbuka, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga soliditas organisasi serta mengedepankan semangat kebersamaan dalam menjalankan berbagai program kerja.
Menurut Maryono, salah satu tantangan yang dihadapi Panji Beber ke depan adalah meningkatkan partisipasi anggota sekaligus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pelestarian budaya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Panji Beber diharapkan dapat terus menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta tosan aji di Kota Bontang, sekaligus menjaga nilai sejarah, filosofi, dan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Pelantikan pengurus baru tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak hanya sebatas merawat benda pusaka, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebersamaan dan warisan leluhur yang terkandung di dalamnya. (*)





