SPASIKALTIM, Bontang – Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB Bestari Indah, Kelurahan Satimpo, menggelar rapat pertemuan untuk menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM) tahun 2025 yang mengacu pada delapan fungsi keluarga. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Kampung KB Bestari Indah pada Senin (17/2) dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan.
Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah strategis dalam pengembangan Kampung KB dengan berlandaskan pada delapan fungsi keluarga, yakni fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
Pertemuan dibuka secara resmi oleh Lurah Satimpo, Maryono, yang menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kampung KB.
“Rencana kerja ini akan menjadi pedoman dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang bermanfaat bagi warga,” ujar Maryono.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Rina Palupi beserta staf, Penyuluh KB Bontang Selatan, pengurus Kampung KB Bestari Indah, serta berbagai elemen masyarakat. Selain membahas agenda utama, pertemuan ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi bersama Penyuluh KB Bontang Selatan yang baru, Ika Diati Noptasari, yang menggantikan Pak Zubair.
Dalam sesi diskusi, peserta rapat membahas berbagai program yang akan dijalankan, termasuk peningkatan kualitas pelayanan KB, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran penyuluh KB yang baru diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan program-program Kampung KB di masa mendatang.
Rapat ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penyusunan kesepakatan awal terkait program prioritas sepanjang tahun 2025.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Kampung KB Bestari Indah optimis dapat terus menjadi percontohan dalam pengelolaan program kependudukan dan keluarga berencana di Kelurahan Satimpo. (*)





