SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk melakukan pembenahan terhadap sistem pengelolaan parkir sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Samri, sektor parkir tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang perlu dikelola secara transparan dan maksimal. Ia menilai, setiap transaksi parkir yang dilakukan masyarakat harus dapat tercatat dengan baik agar manfaatnya kembali kepada daerah.

“Kalau masyarakat sudah membayar parkir, berarti kewajibannya sudah dijalankan. Tinggal bagaimana pemerintah memastikan seluruh pembayaran itu tercatat dengan baik dan benar-benar menjadi pendapatan daerah,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Samri mengatakan, penguatan PAD menjadi hal penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi kemungkinan berkurangnya ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, daerah dengan kemampuan pendapatan yang kuat akan lebih siap dalam menjalankan program pembangunan.

“Daerah yang PAD-nya kuat tentu lebih siap menghadapi pengurangan transfer dari pusat. Karena itu Samarinda harus mulai serius membenahi sektor-sektor yang masih memiliki potensi penerimaan besar,” katanya.

Ia menilai, masih adanya potensi penerimaan yang belum tercatat dalam sistem menunjukkan perlunya evaluasi terhadap tata kelola parkir. Mulai dari pendataan titik parkir, mekanisme pembayaran, hingga pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan harus diperbaiki.

“Kalau masih ada pendapatan yang belum masuk ke sistem, berarti ada potensi yang belum dimaksimalkan. Ini yang harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Samri berharap pemerintah dapat menghadirkan sistem pengelolaan parkir yang lebih modern, transparan, dan akuntabel sehingga mampu meningkatkan penerimaan daerah sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. (adv/ dprd samarinda)