SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mematangkan rencana menjadikan Bontang Lestari sebagai pusat industri masa depan. Langkah strategis tersebut kini memasuki fase penting setelah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merampungkan pemetaan 18 peluang investasi yang disiapkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi hijau.

Pemetaan ini disusun sebagai kerangka induk pembangunan kawasan industri rendah emisi. Dokumen tersebut menjadi panduan arah pengembangan Bontang Lestari yang ditargetkan tumbuh menjadi kawasan industri modern, berdaya saing, sekaligus selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan analisis mendalam terhadap karakter wilayah, kesiapan infrastruktur, potensi rantai pasok, hingga kebutuhan industri hijau yang relevan di masa depan.

“Kami sudah memetakan 18 peluang investasi pada jenis usaha yang sangat potensial,” ujarnya, Kamis (13/11/2025). Ia menilai posisi geografis Bontang yang strategis sebagai hub industri di Kaltim ikut memperkuat daya tarik kawasan ini bagi investor.

Dari hasil pemetaan tersebut, sejumlah sektor diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi hijau, di antaranya:
• Pembangunan pelabuhan ramah lingkungan untuk memperkuat arus logistik
• Industri pengolahan limbah B3 sebagai pilar ekonomi sirkular
• Industri farmasi dan pengalengan ikan berbasis potensi lokal
• Pengolahan rumput laut, penyediaan pergudangan, serta energi terbarukan seperti biodiesel dan gliserin

Sektor industri berbasis soda ash juga menjadi salah satu fokus utama karena memiliki rantai produk turunan dengan nilai ekonomi tinggi. Di sisi lain, industri kosmetik dan perawatan tubuh ikut masuk daftar berkat relevansinya dengan turunan produk tersebut.

Dua sektor lain — pasar kawasan dan terminal — dirancang sebagai infrastruktur pendukung untuk memastikan aktivitas industri berjalan efisien.

Karel menegaskan bahwa keseluruhan arah investasi di Bontang Lestari tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga wajib berpegang pada prinsip pembangunan hijau.

“Kami membuka pintu bagi investor, tetapi tetap mengedepankan konsep ramah lingkungan. Semua sektor yang masuk harus sejalan dengan visi keberlanjutan kota,” tegasnya.

Dengan rampungnya pemetaan 18 peluang investasi ini, DPMPTSP optimistis Bontang Lestari akan berkembang menjadi kawasan industri hijau yang modern dan kompetitif di tingkat global.

“Pemetaan ini menjadi sinyal bahwa Bontang tidak hanya menawarkan peluang, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan yang terencana dan berjangka panjang,” pungkasnya. (Adv)