SPASIKALTIM.COM, BONTANG – DPM-PTSP Kota Bontang menilai perlunya peningkatan literasi investasi di tingkat masyarakat agar kondisi ekonomi kota tidak dipersepsikan keliru. Selama ini, sebagian warga menganggap aktivitas penanaman modal di Bontang lesu karena tidak melihat hadirnya proyek besar di lapangan. Padahal, pergerakan usaha skala kecil hingga menengah justru terus tumbuh melalui proses perizinan yang tercatat setiap hari.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Kota Bontang, Karel, menjelaskan bahwa anggapan investasi identik dengan pembangunan fisik berukuran raksasa membuat publik tidak menyadari geliat yang terjadi pada level mikro.
“Sering kali yang dianggap investasi itu hanya yang besar-besar saja. Padahal aktivitas skala kecil itu ada setiap hari,” ujarnya, Senin (25/11/2025).
Menurut Karel, arus investasi dapat dilihat dari aktivitas perizinan seperti penerbitan NIB dan SIUP yang berlangsung rutin melalui sistem OSS. Banyak pelaku UMKM dan usaha baru yang mendaftarkan legalitasnya—dan semua itu tercatat sebagai bagian dari penanaman modal.
Ia menilai persepsi publik yang hanya berfokus pada proyek besar dapat membuat data investasi tampak seolah tidak bergerak, padahal realitasnya justru stabil.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa investasi itu luas. Bukan hanya pabrik besar atau modal miliaran rupiah,” tegasnya.
DPM-PTSP menekankan bahwa pemahaman komprehensif tentang investasi sangat penting agar dukungan masyarakat terhadap pelaku usaha di semua level semakin menguat. Dengan kemudahan perizinan yang terus dijaga, pemerintah berharap ekosistem usaha di Bontang semakin inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara menyeluruh. (Adv)





