SPASIKALTIM.COM, BONTANG — Rencana pemindahan videotron milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari lokasi awal di Terminal Bontang Kuala ke Simpang 4 BK resmi dibatalkan. Keputusan itu diambil setelah tim melakukan survei lapangan dan mendapati bahwa kawasan simpang empat tersebut terlalu padat sehingga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan wacana relokasi videotron ke titik yang lebih ramai sebenarnya ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi publik.

“Lokasi Simpang 4 itu memang terlihat strategis. Tapi setelah turun ke lapangan, kondisinya ternyata terlalu padat,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Simpang Jalan KS Tubun, Panjaitan, Kapten Piere Tendean, hingga Awang Long merupakan salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kota Bontang. Pemerintah menilai pemasangan videotron di kawasan tersebut berisiko menambah potensi kecelakaan, terutama pada jam sibuk.

Selain soal kepadatan kendaraan, Aspiannur menyebut faktor teknis juga menjadi pertimbangan penting. Pemasangan videotron membutuhkan ruang kerja yang aman untuk instalasi, akses teknisi, serta pondasi yang stabil. Di titik simpang itu, ruang tersebut dinilai tidak mencukupi.

Berdasarkan hasil evaluasi, DPMPTSP memutuskan untuk kembali pada rencana awal: videotron akan tetap dipasang di Terminal Bontang Kuala. Pemasangan ditargetkan rampung pada Desember 2025.

“Kalau rencana awal itu kan memang di terminal masuk BK itu kemudian diwacanakan ke simpang 4, tapi setelah survei akhirnya diputuskan untuk kembali ke lokasi awal,” jelasnya.

Sementara itu, dua videotron lain telah terpasang di Tugu Selamat Datang dan Simpang 4 Loktuan. Namun keduanya belum berfungsi karena masih menunggu instalasi kelistrikan.

“Travonya masih dalam pengiriman jadi belum difungsikan,” kata Aspiannur.

Pemkot Bontang berharap seluruh videotron nantinya dapat memperluas penyebaran informasi pelayanan publik tanpa mengorbankan aspek keselamatan lalu lintas. (Adv)