SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mengingatkan agar pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam skema Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengabaikan peran pelaku UMKM serta produsen lokal. Seluruh dapur MBG diminta memprioritaskan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan milik masyarakat dibanding bergantung pada supplier besar maupun produk pabrikan.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, menegaskan bahwa program MBG sejatinya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga harus mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan usaha kecil dan produsen lokal.

Menurutnya, arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) telah jelas bahwa setiap SPPG tidak boleh menolak produk yang dibawa petani, peternak, nelayan kecil, maupun pelaku UMKM, Selasa (26/5/2026).

“Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tidak boleh menolak produk UMKM maupun hasil pertanian, peternakan, dan perikanan dari masyarakat. Mereka justru harus dirangkul, dibina, dan diarahkan agar bisa menjadi pemasok dapur Makan Bergizi Gratis,” tegas Dr. Sani.

Politisi Fraksi PKS itu menilai keterlibatan UMKM dalam program MBG menjadi langkah strategis untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat kecil.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat sebagaimana tertuang dalam Pasal 38 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan program MBG.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan MBG wajib memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan melibatkan usaha mikro, usaha kecil, koperasi, koperasi desa/kelurahan merah putih, hingga BUMDesa.

“Jangan sampai program besar seperti MBG justru lebih banyak dinikmati supplier besar. Program ini harus benar-benar memberikan dampak langsung bagi petani, nelayan, peternak, dan UMKM lokal,” ujarnya.

Ia berharap seluruh SPPG di daerah dapat menjalankan program sesuai semangat awal pemerintah, yakni menciptakan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat bawah.

“Jadi saya ingatkan, jangan pernah menolak produk petani dan UMKM,” pungkasnya. (Adv)