SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Tren investasi di Kota Bontang kembali menanjak. Tak hanya mencatat angka realisasi yang impresif, geliat investasi sepanjang triwulan II 2025 juga ikut membuka ratusan lapangan kerja baru bagi warga lokal.

Dari April hingga Juni 2025, tercatat 712 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terserap dari berbagai aktivitas investasi para pelaku usaha di kota industri ini. Angka tersebut dirilis Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, pada Selasa (28/10/2025).

Aspiannur menjelaskan, ratusan pekerja itu berasal dari 199 pelaku usaha yang berhasil merealisasikan investasinya melalui 1.486 proyek usaha. Seluruhnya merupakan kontribusi dari kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Hingga akhir triwulan II, terdapat 206 pelaku usaha non-UMK yang beroperasi secara aktif di Bontang—di antaranya 10 Penanaman Modal Asing (PMA) dan 196 PMDN.
Dari jumlah itu, 90 pelaku usaha non-UMK menyampaikan laporan kegiatan (LKPM), terdiri dari 82 PMDN dan 8 PMA.

“Capaian ini membuktikan bahwa aktivitas usaha di Bontang masih sangat dinamis dan berkontribusi langsung pada penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Aspiannur.

Ia menegaskan, Pemkot Bontang melalui DPMPTSP akan terus memperkuat ekosistem investasi yang lebih ramah dan kompetitif. Peningkatan layanan perizinan, pendampingan bagi pelaku usaha, hingga kemudahan proses bisnis disebut menjadi fokus pemerintah daerah tahun ini.

“Dengan meningkatnya realisasi investasi dan serapan tenaga kerja, kami optimistis perekonomian Bontang akan terus bergerak positif sepanjang 2025,” pungkasnya. (Adv)