SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Polemik pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda mendapat perhatian Komisi I DPRD Kota Samarinda. Untuk memberikan penjelasan secara resmi, PT PLN (Persero) UP3 Samarinda melakukan audiensi dengan Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu (8/7/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan PLN untuk menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus menjelaskan penyebab pemadaman yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan pihak PLN menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan karena adanya pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan pada sistem kelistrikan. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menjaga keandalan jaringan dan mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.
“Mereka menyampaikan bahwa pemadaman terjadi karena ada perbaikan dan kendala teknis sehingga harus dilakukan secara bergilir,” ujarnya.
Dalam audiensi itu, PLN juga menyampaikan progres pekerjaan yang sedang berlangsung. Berdasarkan penjelasan perusahaan, proses perbaikan ditargetkan selesai pada pertengahan Juli sehingga pelayanan kelistrikan dapat kembali normal.
Samri menyebut PLN menargetkan mulai 13 Juli 2026 tidak lagi melakukan pemadaman bergilir.
“Tadi mereka menyampaikan targetnya sekitar tanggal 13. Kita tentu berharap target itu benar-benar terealisasi sehingga masyarakat tidak lagi terganggu aktivitasnya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai isu yang berkembang di masyarakat terkait penyebab pemadaman tidak menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut. Berdasarkan penjelasan resmi PLN, pemadaman murni disebabkan oleh kegiatan pemeliharaan jaringan.
Menurut Samri, komunikasi terbuka seperti ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar langsung dari sumber resmi. DPRD juga meminta PLN terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk menyampaikan jadwal pemadaman secara lebih cepat dan transparan sehingga warga maupun pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian terhadap aktivitas sehari-hari.
Ia berharap setelah proses perbaikan selesai, kualitas pelayanan kelistrikan di Kota Samarinda semakin baik dan gangguan serupa dapat diminimalkan. (adv/ dprd Samarinda)





