SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri acara Groundbreaking Proyek Pabrik Soda Ash PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di kawasan industri PKT, Jumat (31/10/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pembangunan pabrik Soda Ash pertama di Indonesia — sebuah langkah besar menuju kemandirian industri kimia nasional.

Acara turut dihadiri tokoh penting seperti Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmat Pribadi, Komisaris PT Pupuk Indonesia Rachlan S. Nashidik, serta Director of Business Performance & Assets Optimization PT Danantara Asset Management (Persero) Bhimo Aryanto. Hadir pula Sekda Bontang Aji Erlynawati, Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mewakili Gubernur Kaltim, dan jajaran Forkopimda serta Direksi PKT.

Pabrik ini dibangun melalui kolaborasi PT Pupuk Indonesia, PT PKT, PT Rekayasa Industri, dan konsorsium PCC-ITI, dengan kapasitas produksi mencapai 300 ribu ton per tahun. Tak hanya menjadi proyek strategis nasional, pabrik ini juga memanfaatkan 174 ribu ton CO₂ per tahun sebagai bahan baku — langkah nyata mendukung pengurangan emisi karbon. Proyek dimulai Juni 2025 dan ditargetkan rampung pada Maret 2028.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut.

“Kami menyambut baik hadirnya pabrik Soda Ash di Bontang. Ini sejalan dengan visi menjadikan Bontang sebagai Kota Industri, Gas, dan Kondensat yang terbuka terhadap investasi dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Neni juga menegaskan pentingnya peran industri hilir dalam memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Bontang tanpa migas mencapai 9,8 persen. Ini tidak lepas dari kontribusi industri seperti PKT, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun program CSR,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmat Pribadi, menyebut proyek ini sebagai momen bersejarah setelah penantian panjang selama tiga dekade.

“Setelah 30 tahun, akhirnya Indonesia membangun pabrik Soda Ash sendiri. Proyek ini menggantikan impor sekitar 1 juta ton per tahun, sekaligus menghasilkan produk samping ammonium chloride untuk pupuk sawit,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan penekanan tombol sirine dan peletakan batu pertama oleh jajaran pemerintah dan perusahaan — menandai dimulainya pembangunan Pabrik Soda Ash PT PKT, tonggak baru menuju kemandirian dan transformasi industri kimia nasional.