SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Kinerja investasi di Kota Bontang pada triwulan II tahun 2025 menunjukkan perkembangan positif. Data dari DPMPTSP Bontang mencatat realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp510 miliar, atau 88,73 persen dari total investasi yang masuk selama periode tersebut.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan capaian ini menunjukkan meningkatnya keyakinan investor terhadap potensi ekonomi daerah.
“Peningkatan realisasi investasi ini menjadi bukti bahwa iklim usaha di Bontang terus membaik. Kami terus menjaga kepercayaan tersebut melalui pelayanan yang lebih optimal bagi pelaku usaha,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Lima sektor tercatat sebagai penyumbang terbesar PMDN. Sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi memimpin dengan nilai Rp22,9 miliar (3,99%). Selanjutnya sektor usaha jasa lainnya menyumbang Rp15,2 miliar (2,22%), serta sektor konstruksi sebesar Rp5,5 miliar.
Dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA), sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi masih menjadi andalan dengan nilai investasi Rp3,6 miliar (24,78%). Disusul sektor hotel dan restoran sebesar Rp320 juta, serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai Rp21 juta.
Secara total, realisasi investasi Kota Bontang pada triwulan II tahun 2025 mencapai Rp589 miliar.
Pemerintah Kota Bontang melalui DPMPTSP memastikan akan terus meningkatkan kemudahan perizinan dan penguatan fasilitas investasi guna menarik lebih banyak penanam modal pada periode berikutnya.
“Kami berupaya menjaga ekosistem investasi yang kondusif agar Bontang tetap menarik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Aspiannur. (Adv)





