SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menegaskan kesiapan penuh untuk memacu percepatan investasi begitu revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) resmi disahkan.
Komitmen ini disampaikan Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur, usai menerima kunjungan tim dari Kementerian Investasi/BKPM bersama konsultan internasional Deloitte.
Dalam pertemuan itu, pembahasan mengerucut pada peluang investasi strategis, termasuk rencana pembangunan industri soda ash yang ditargetkan berdiri di kawasan industri milik PT Kaltim Industrial Estate. Rombongan turut meninjau kawasan industri PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai salah satu lokasi industri terbesar di kota tersebut.
“Dari kami tentu sangat siap mendukung. Begitu revisi RTRW ditetapkan, ruang geraknya akan jelas. Promosi investasi dan penjajakan dengan investor bisa lebih maksimal,” ujar Aspiannur, Selasa (11/11/2025).
Salah satu poin penting dalam revisi tersebut adalah penambahan 1.500 hektare kawasan peruntukan industri di Bontang Lestari, melengkapi 1.100 hektare yang sebelumnya telah termuat dalam RTRW.
Aspiannur menjelaskan bahwa tim lingkungan dari pemerintah pusat menanyakan detail rencana itu, dan pihaknya memastikan bahwa tambahan luasan kawasan masih menunggu persetujuan di Kementerian PUPR.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa DPMPTSP telah menyiapkan 18 peluang investasi siap tawar untuk ditawarkan kepada calon investor. Dengan dukungan BKPM dan jejaring global Deloitte, peluang tersebut diyakini mampu menarik minat investor nasional hingga internasional.
“Mereka memiliki akses ke banyak investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kami berharap itu dapat membantu membuka peluang investasi baru di Bontang,” katanya.
Ia menegaskan, pengesahan RTRW baru akan menjadi fondasi penting bagi percepatan masuknya industri hilir serta memperkuat posisi Bontang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri. (Adv)





