SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memperjuangkan hak masyarakat, khususnya mereka yang masih menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mengatakan makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui keberpihakan kepada masyarakat dan upaya menciptakan keadilan. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga memastikan setiap warga mendapatkan hak dan perlakuan yang adil.
“Adil itu bagaimana kita bisa memperhatikan orang susah. Mari kita mengisi kemerdekaan dengan cara memperjuangkan hak-hak kemerdekaan,” ujar Ronal, Kamis (27/8/2026).
Ia menilai perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan menjadi salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah dan wakil rakyat, memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain persoalan keadilan sosial, Ronal juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan harus menjadi dasar bagi bangsa untuk menentukan arah politik, ekonomi, maupun pembangunan secara mandiri.
“Kita harus merdeka atas dasar Indonesia berdaulat. Tidak boleh ada intervensi dari luar,” tegasnya.
Ronal kemudian mengaitkan semangat kemerdekaan tersebut dengan gagasan Tri Sakti yang pernah disampaikan Presiden pertama RI, Soekarno. Menurutnya, pemikiran tersebut masih relevan untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini.
Tri Sakti Bung Karno mencakup tiga prinsip utama, yakni berdaulat secara politik, berdikari atau mandiri secara ekonomi, serta berkepribadian dalam bidang kebudayaan.
Ronal menilai kedaulatan politik harus menjadi fondasi dalam menentukan kepentingan bangsa. Di sisi lain, kemandirian ekonomi diperlukan agar Indonesia memiliki kemampuan untuk mengelola potensi dan sumber daya yang dimiliki demi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, kepribadian dalam bidang kebudayaan menjadi bagian penting untuk mempertahankan identitas dan jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan refleksi mengenai sejauh mana nilai-nilai kemerdekaan telah dirasakan masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan dengan memperjuangkan kepentingan rakyat dan menjaga Indonesia tetap berdaulat,” pungkasnya. (Adv/ DPRD Samarinda)





