SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Wacana renovasi Pasar Segiri yang mencuat setelah terjadinya sejumlah insiden kebakaran di beberapa titik dinilai perlu dikaji secara matang, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Anggota DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menilai pemerintah sebaiknya memaksimalkan pemanfaatan fasilitas pasar yang telah tersedia sebelum memutuskan melakukan renovasi secara menyeluruh.
Menurut Viktor, langkah tersebut penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan pedagang dan masyarakat. Ia mengingatkan agar proses renovasi tidak justru memicu perebutan lokasi berjualan yang kerap terjadi ketika pasar yang telah dibangun atau direvitalisasi kembali mulai dioperasikan.
“Menurut saya, fasilitas yang ada sekarang dimanfaatkan dulu sebaik mungkin. Jangan sampai nanti dibangun kembali, tetapi justru memunculkan persoalan baru seperti perebutan lokasi berjualan,” ujar Viktor, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pengalaman di sejumlah pasar menunjukkan bahwa ketika bangunan baru selesai, hampir seluruh pedagang ingin menempati lapak di bagian depan. Namun, seiring berjalannya waktu, lapak yang berada di bagian belakang sering kali tidak diminati sehingga banyak yang kosong.
“Biasanya saat pasar baru dibuka semua ingin masuk. Tetapi setelah beberapa waktu, lapak di bagian belakang justru banyak yang tidak terisi. Kondisi seperti itu perlu dievaluasi terlebih dahulu,” katanya.
Politisi Partai Demokrat itu juga menilai keberadaan Pasar Pagi Samarinda yang baru dapat menjadi salah satu solusi dalam penataan pedagang. Menurutnya, jika masih tersedia lapak, sebagian pedagang Pasar Segiri dapat direlokasi ke pasar tersebut sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan sembari menunggu keputusan terkait rencana renovasi.
“Kita lihat dulu bagaimana perkembangan Pasar Pagi. Bukan tidak mungkin sebagian pedagang bisa diarahkan ke sana jika memang masih tersedia tempat,” ungkapnya.
Meski demikian, Viktor menegaskan dirinya tidak menolak rencana renovasi Pasar Segiri. Menurutnya, rentetan kebakaran di beberapa titik pasar menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, namun pelaksanaannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Kalau kondisi keuangan daerah sudah lebih longgar, tentu renovasi bisa menjadi pilihan. Pasar Segiri memang perlu dibenahi agar selaras dengan perkembangan kota,” pungkasnya. (Adv/ DPRD Samarinda)





