SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – Besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi Pasar Segiri menjadi sorotan DPRD Samarinda. Di tengah upaya efisiensi belanja daerah dan tuntutan penyelesaian berbagai persoalan mendasar, pemerintah kota diminta menghitung secara cermat rencana proyek senilai Rp200 miliar tersebut agar tidak membebani keuangan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, mengatakan revitalisasi pasar tradisional memang diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, menurutnya, pelaksanaan proyek harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah secara realistis.
“Pembangunan pasar tentu penting, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Jangan sampai proyek bernilai besar justru memberikan tekanan terhadap APBD,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Arif menilai pemerintah perlu cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Pasalnya, hingga saat ini Samarinda masih dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius, salah satunya penanganan banjir yang masih menjadi keluhan masyarakat setiap musim hujan.
Karena itu, ia mengingatkan agar revitalisasi Pasar Segiri tidak dipaksakan apabila kondisi anggaran belum memungkinkan. Menurutnya, pembangunan harus dilakukan secara terukur agar program-program prioritas lainnya tetap dapat berjalan secara seimbang.
Selain mengandalkan APBD, politisi PKS tersebut juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk membuka peluang kerja sama dengan investor maupun pihak ketiga melalui skema pembiayaan alternatif, seperti Build Operate Transfer (BOT).
“Jika kemampuan APBD terbatas, maka perlu dicari pola pembiayaan lain agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani keuangan daerah,” katanya.
Di sisi lain, Arif turut menyoroti kondisi Pasar Pagi Samarinda yang sebelumnya telah direvitalisasi. Ia menilai pemanfaatan fasilitas di pasar tersebut masih belum optimal, ditandai dengan adanya kios yang belum terisi serta sejumlah kendala teknis yang masih perlu dibenahi.
Menurutnya, DPRD hingga kini belum menerima paparan resmi terkait konsep maupun tahapan revitalisasi Pasar Segiri dari Pemerintah Kota Samarinda. Meski demikian, ia memahami proyek tersebut diarahkan untuk menghadirkan kawasan pasar yang lebih modern, tertata, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Arif berharap revitalisasi Pasar Segiri nantinya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat dan kesejahteraan para pelaku usaha di sektor perdagangan tradisional. (Adv)





