SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang ke-25, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) IV 2024 di Lapangan MTQ Parikesit pada Selasa (15/10/2024). Acara yang mengundang antusiasme tinggi dari masyarakat ini diikuti oleh 70 peserta yang berkompetisi dalam berbagai kategori lomba.

Jabatan Fungsional (Jafung) Penggerak swadaya masyarakat ahli madya, Jamaluddin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempromosikan inovasi dan kreativitas teknologi di kalangan masyarakat Bontang.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari peserta. Terdapat 70 pendaftar yang mengikuti lomba ini, dan itu menunjukkan semangat masyarakat untuk mengembangkan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Acara Lomba TTG IV kali ini mencakup enam kategori lomba, yaitu Lomba Posyantek Berprestasi, Lomba Inovasi TTG untuk pelajar, Lomba Inovasi TTG untuk masyarakat umum, Lomba TTG Unggulan, Lomba Produk Olahan Khas Daerah dengan tema “Gammi dalam Kemasan,” serta Lomba Stand TTG Favorit.

Setiap kategori lomba akan menghasilkan lima finalis yang dipilih oleh para juri, yang terdiri dari dua juri nasional dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), serta enam juri lokal dari Kota Bontang.

“Kami berkomitmen untuk menilai secara objektif dengan melibatkan juri dari pusat dan daerah agar hasil penilaian tetap akurat dan berkualitas,” tambah Jamaluddin.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga diisi dengan sejumlah acara pendukung. Pada hari pertama (15/10), peserta mendapatkan pembekalan, kemudian diikuti dengan seminar yang diadakan di Hotel Ekuator pada keesokan harinya (16/10). Pada tanggal 17 Oktober, lomba presentasi akan digelar untuk menentukan para finalis di setiap kategori, yang akan dilanjutkan dengan cek lapangan khusus untuk peserta Lomba Posyantek Berprestasi. Puncaknya, pengumuman pemenang dari semua kategori akan dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2024.

Kegiatan Lomba TTG ini juga berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan, yang turut mengadakan Pekan Ketenagakerjaan, termasuk pameran bonsai, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dan tanaman hias lainnya.

Menurut Jamaluddin, penyelenggaraan acara ini secara terbuka menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, berbeda dengan kegiatan tertutup yang cenderung kurang diminati.

“Dengan kegiatan yang terbuka seperti ini, masyarakat pasti akan datang dan berpartisipasi lebih banyak,” ujarnya.

Sebagai penutup, Jamaluddin menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, dengan pengembangan lebih lanjut untuk menarik lebih banyak partisipasi.

“Kami berharap hadiah bagi para pemenang juga bisa diperbesar atau diberikan hingga juara harapan tiga, bukan hanya sampai juara tiga saja,” tutupnya.