SPASIKALTIM.COM – Deadloack Muscab Perdana PERADI SAI Kutim Bontang akibat munculnya “aturan” kandidat Ketua tidak boleh menjadi pengurus partai politik akhirnya berbuntut panjang pada hampir seluruh Ketua PERADI SAI Kaltim & Kaltara (Kabupaten dan Kota)
Aturan ini memicu perdebatan keras ditengah tahun Politik, salah satu pemilik suara Aswandi menyatakan aturan ini muncul tiba tiba dan kita tau semua Dr Felly Lung Tokoh/ Pengurus Inti Partai Politik Golkar Kutim tapi bukan pimpinan Partai Golkar Kutim, nah ini yang berbeda tafsir, yang tidak dibolehkan itu rangkap menjadi Pimpinan Partai Politik.
Jika ini paksakan pengagalan Kandidat Dr Felly Lung maka akan kental nuansa Politik dan berdampak pada Pimpinan DPD dan DPC Kabupaten Kota PERADI SAI yang saat ini pun menjaabat pengurus partai Politik antara lain Ketua DPD Kaltim, Ketua DPC Samarinda, Ketua DPC Kubar dan bahkan Ketua Kaltara juga sebagai pengurus partai Politik serta tidak sedikit yang maju sebagai Caleg 2024.
Selain itu kami melihat ada dugaan sekenario tidak sehat penyelenggaraan Muscab ke I PERADI SAI Kutai Timur & Bontang diselenggarakan di Bontang sedangkan SK DPN itu cuma Kutai Timur bukan Kota Bontang, Kota Botang di sandingkan ke Kutai Timur karena sebagai DPC terdekat (sesuai AD/ART) sehingga secara legal standing SK dan ke wilayahaan ada di Kutai Timur, kenapa Muscab I harus di Bontang dan tidak di Kutai Timur.
Kejadian dan deadloack MUSCAB I ini kita serahkan ke DPN agar tidak menimbulkan dampak yang luas kepada kepengurusaan PERADI SAI Kaltim & Kaltara (Kabupaten & Kota) yang serentak tahun ini (2024) akan menyelenggarakan Muscab yang banyak terafiliasi rangkap jabataan sebagai pengurus partai politik termasuk Ketua DPN (Pusat) & Sekum DPN PERADI SAI pun pengurus partai politik.
Sedangkan kandidat yang di usung oleh Bontang atas nama Sumarling belum pernah sama sekali menjadi pengurus PERADI SAI (minimal 1 Tahun) sesuai Tatib yang telah disepakati tapi kujuk kujuk mau jadi Ketua (maksa) dan jelas ini tidak sehat MUSCAB Kutai Timur & Bontang memalukan didepan Pengurus DPN PERADI SAI, Tutup salah satu pemilik suara Aswandi. (*)





