SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Masyarakat Kota Bontang kini diresahkan oleh maraknya kasus penipuan yang menyasar agen-agen BRI Link di wilayah tersebut. Modus operandi yang digunakan para pelaku terbilang cerdik, yaitu dengan memberikan nomor rekening yang hampir mirip kepada operator BRI Link, kemudian meminta operator untuk mengganti nomor tersebut setelah transaksi selesai. Hal ini menyebabkan operator tanpa sadar melakukan transfer ganda ke rekening penipu.

Seorang pemilik agen BRI Link di Bontang yang menjadi korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Bontang Selatan. Kapolsek Bontang Selatan, AKP M. Rakib Rais, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan dengan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, termasuk dari rekaman CCTV.

“Ya, kami sudah menerima laporan itu. Saat ini kami dalam tahap penyelidikan dan beberapa bukti dari pantauan CCTV telah kami kantongi. Pelakunya itu ada tiga orang,” ujar AKP Rakib Rais kepada media, Kamis (14/11/2024).

AKP Rakib Rais menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran awal, kelompok penipu yang terdiri dari tiga orang tersebut diduga telah beraksi di beberapa lokasi berbeda di Kota Bontang, seperti Muara Badak, Marangkayu, Sangatta, Bontang Utara, hingga Bontang Selatan.

“Dari informasi yang kami dapatkan, tiga orang itu sudah melakukan aksinya mulai dari Muara Badak, Marangkayu, Sangatta, Bontang Utara, hingga Bontang Selatan,” ungkapnya.

Kapolsek menambahkan bahwa untuk menuntaskan kasus ini, tim dari Polsek Bontang Selatan akan terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bontang agar selalu waspada terhadap orang-orang yang baru dikenal dan jangan pernah lengah. Segeralah melaporkan setiap tindak kejahatan ke kantor polisi terdekat,” imbuh AKP Rakib.

Dengan semakin canggihnya modus kejahatan, Polsek Bontang Selatan berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dalam bertransaksi dan tidak mudah percaya kepada pihak yang tidak dikenal. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada agar terhindar dari modus penipuan serupa yang kian berkembang. (*)