SPASI KALTIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, Pemkot Bontang juga berhasil mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data terbaru, IPM Bontang pada tahun 2022 mencapai angka 80,94. Angka ini meningkat pada tahun 2023 menjadi 81,56, menunjukkan tren kenaikan yang stabil di bawah kepemimpinan Wali Kota Basri Rase.
Sebelumnya, pada tahun 2021, IPM Bontang tercatat di angka 80,59.
Grafik peningkatan yang konsisten ini mencerminkan keberhasilan program pembangunan Pemerintah Kota Bontang yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Periode ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana IPM Bontang sempat mengalami pasang surut.

Pada 2019, pencapaian tertinggi IPM hanya berada di angka 80,09 dan menurun di tahun berikutnya menjadi 80,02.
Bahkan pada 2017 dan 2018, angka IPM tercatat lebih rendah, yaitu masing-masing sebesar 79,47 dan 79,86.
Melihat periode sebelumnya, antara 2012 hingga 2016, pencapaian IPM di Bontang juga tidak sekuat era kepemimpinan Wali Kota Basri Rase.

Pada 2012, IPM Bontang berada di angka 77,55 dan meningkat menjadi 78,92 pada tahun 2016.
Meskipun grafiknya menunjukkan kenaikan bertahap, pencapaian tersebut masih berada di bawah capaian saat ini.
Hal ini memperlihatkan adanya peningkatan kualitas hidup, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.





