SPASIKALTIM, BONTANG – Tujuh partai politik di Kota Bontang secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase dan Chusnul Dhihin, yang maju melalui jalur independen.
Partai-partai tersebut meliputi Hanura, PKN, PPP, Buruh, Perindo, Ummat, dan Garuda.
Ketua Partai Buruh Bontang, Supriyadi, mengungkapkan, keputusan tujuh partai politik untuk mendukung pasangan calon independen bukanlah hal yang mudah.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil melalui proses panjang, termasuk riset dan survei mendalam.
“Partai Buruh sangat selektif dalam menentukan dukungan kepada pasangan calon. Kami melakukan berbagai riset, pertimbangan, dan survei. Jadi, tidak serta-merta kami mendukung Basri-Dhihin,” ujar Supriyadi, Minggu (17/11/2024) malam.
Yadi juga menekankan, rekam jejak Basri sebagai pemimpin sangat meyakinkan. Selama menjabat sebagai Wali Kota, Basri berhasil merealisasikan sejumlah janji politik meski masa jabatannya kurang dari empat tahun.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Perindo Bontang, Lan, mengungkapkan alasan partainya mendukung Basri-Dhihin.
Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Basri dalam menurunkan angka pengangguran di Bontang secara signifikan.
“Pada 2017, angka pengangguran mencapai 12,7 persen. Namun, di tahun 2023 turun menjadi 7,34 persen. Ini berdasarkan data resmi, artinya pengangguran menurun drastis selama pemerintahan Basri,” katanya.
Lan menambahkan, partainya tidak ingin sekadar mendukung calon tanpa bukti nyata.
“Kami mendukung berdasarkan hasil kerja, bukan hanya janji. Contohnya program UMKM yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti berbagai program pro-rakyat yang digagas Basri, seperti UMKM Center dan bantuan modal tanpa bunga dan tanpa agunan.
“Ini bukti nyata kepemimpinan Basri yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Lan juga mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam memilih pemimpin.
“Kita harus memilih dengan bijak. Jangan sampai tergoda dengan uang ratusan ribu, karena masa depan kota ini jauh lebih berharga,” imbuhnya.
Sementara itu, Basri Rase memaparkan sejumlah capaian selama masa jabatannya, mulai dari pengembangan UMKM hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Menurut Basri, jumlah pelaku UMKM di Bontang kini telah mencapai lebih dari 18 ribu. Pemerintah juga menyediakan program bantuan modal tanpa bunga dan tanpa jaminan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami juga menghadirkan UMKM Center dan bantuan modal tanpa bunga untuk pelaku usaha. Semua ini demi mendukung masyarakat Bontang agar lebih sejahtera,” ujar Basri.
Di sektor pendidikan, Basri menyebutkan bahwa bantuan tidak hanya terbatas pada seragam, sepatu, dan tas, tetapi juga mencakup baju olahraga, baju pramuka, hingga layanan bus antar jemput gratis untuk anak sekolah.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Basri menyampaikan bahwa saat ini Kota Bontang sudah memiliki layanan kesehatan seperti pemeriksaan jantung dan kemoterapi.
“Ke depan, kami akan menghadirkan lebih banyak dokter spesialis agar masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah,” jelasnya.
Program unggulan lain, seperti “Bontang Menyala,” bertujuan memberikan penerangan di setiap lorong kota.
Basri menegaskan, segala program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dengan mengutamakan kepentingan umum di atas segalanya.
“Kepentingan masyarakat selalu menjadi prioritas. Semua ini kami lakukan demi kesejahteraan warga Bontang,” pungkasnya.





