SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi penguatan fasilitas sekolah serta program pengembangan kompetensi guru. Tanpa dukungan tersebut, upaya menciptakan kualitas pembelajaran yang merata dinilai sulit tercapai secara maksimal.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik dan sarana pendukung di sekolah. Karena itu, pemerintah daerah diminta memberi perhatian serius terhadap kebutuhan tersebut.
Menurutnya, guru saat ini menghadapi tantangan besar untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, metode belajar baru, serta kebutuhan peserta didik yang semakin dinamis, Rabu (29/4/2026). Kondisi itu menuntut adanya peningkatan kapasitas tenaga pendidik secara berkelanjutan.
“Peningkatan kualitas guru tidak cukup hanya menjadi tuntutan. Harus ada dukungan nyata, baik dari sisi pelatihan maupun sarana penunjang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan kompetensi guru dapat dilakukan melalui pelatihan berkala, peningkatan jenjang pendidikan, workshop pembelajaran digital, hingga pendampingan profesional secara rutin.
Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah persoalan, seperti keterbatasan fasilitas belajar, sarana teknologi yang belum merata, serta akses pelatihan yang belum dirasakan semua guru di setiap sekolah.
Menurut Novan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas proses belajar mengajar dan kemampuan sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan modern.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kebijakan pendidikan yang terarah dan dukungan anggaran memadai agar peningkatan mutu pendidikan tidak hanya menjadi target, tetapi benar-benar terwujud.
Novan berharap pemerintah kota dapat memperkuat perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya peningkatan kualitas guru dan fasilitas sekolah, sehingga manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh peserta didik di Samarinda.





