SPASIKALTIM.COM, BONTANG – Bontang Internasional Ultra Trail (BIUT) kembali diadakan pada Minggu, 20 Oktober 2024. Acara lari lintas alam yang sukses digelar pada 2023 ini akan diikuti oleh 548 pelari dari berbagai negara. Ketua Penyelenggara BIUT, David Johansyah, mengungkapkan bahwa jumlah peserta pada edisi ketiga ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Event ini menawarkan empat kategori jarak tempuh, yakni 5K, 10K, 21K, dan 60K. Kategori 5K akan diikuti oleh 140 pelari, 10K dengan 227 peserta, 21K diikuti oleh 128 pelari, dan kategori 60K, yang menjadi tantangan paling berat, akan diikuti oleh 53 peserta. Pelepasan peserta akan dimulai pada pukul 04.00 pagi, khususnya untuk kategori 60K, dengan waktu maksimal penyelesaian 14 jam untuk pelari pria dan 15 jam untuk pelari wanita.

Meskipun pada gelaran sebelumnya BIUT sempat dihadiri oleh seorang juara dunia dari Filipina, kali ini ia tidak bisa berpartisipasi karena jadwal yang bertabrakan. Namun, David menegaskan bahwa event tahun ini tetap menarik perhatian pelari dari Jepang dan Kolombia, membuktikan daya tarik global dari event ini.

“Dia sebenarnya ingin datang lagi tahun ini, tapi sayangnya memiliki jadwal event lain di luar negeri,” ujarnya pada Sabtu, 19 Oktober 2024.

Ketua Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kota Bontang, Bajuri, juga menyampaikan apresiasinya kepada para sponsor yang telah mendukung acara ini, termasuk Pemerintah Kota Bontang, Bank Kaltimtara, PT Badak LNG, PT Pupuk Kaltim, PT Indominco Mandiri, Rudal, Kodim, Polres, TNK, dan Lembah Permai.

Dengan total hadiah mencapai 178 juta rupiah, BIUT tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bertujuan untuk mempromosikan keindahan alam hutan wisata Bontang dan meningkatkan ekonomi lokal, khususnya bagi UMKM. Bajuri menambahkan bahwa peserta dari luar daerah seperti Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan diharapkan membawa dampak positif bagi sektor perhotelan dan UMKM di Bontang.

“Kami berharap event ini berjalan dengan lancar, aman, dan tanpa kendala berarti,” tutup Bajuri.

(*)