SAPASIKALTIM.COM, BONTANG – Dalam rangka memperingati HUT ke-15 Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo) dan menyambut HUT ke-25 Kota Bontang, sebuah acara spektakuler Gebyar Reog Ponorogo Tahun 2024 digelar di halaman Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Sabtu malam (28/9/2024). Acara ini diikuti oleh berbagai grup Reog Ponorogo dari seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, yang mewakili Pjs Wali Kota Bontang, Munawwar. Dalam sambutannya, Sekda Aji menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang besar terhadap kontribusi Pawargo dalam memajukan Kota Bontang, terutama di bidang sosial dan budaya.

“Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-15 untuk Pawargo. Semoga semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya terus berkobar dalam diri kita semua. Pawargo diharapkan dapat terus menjadi rumah yang mengayomi seluruh anggotanya,” ujar Aji Erlynawati dalam pidatonya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan serta sinergi antara program-program Pawargo dengan Pemerintah Kota Bontang, terutama dalam mendukung pengembangan pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

“Harapan saya, ke depan Pawargo dapat menyinergikan kegiatannya dengan program Pemkot Bontang, khususnya di bidang pariwisata dan UMKM, demi peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Selain pertunjukan Reog Ponorogo yang menjadi puncak acara, tarian khas Kutai dan tari Dayak turut memeriahkan perayaan HUT Pawargo. Sejumlah tokoh penting, seperti anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Ikapakarti Bontang, Ketua Pawargo Suwarto, serta perwakilan dari berbagai paguyuban lain di Kota Bontang, turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Aji Erlynawati juga mengajak seluruh warga Bontang, khususnya anggota Pawargo, untuk menjaga kondusifitas menjelang pelaksanaan Pilkada 2024.

“Mari kita sukseskan Pilkada dengan menjaga persatuan dan keberagaman. Semoga proses demokrasi di Kota Bontang dapat berlangsung bersih, transparan, dan berintegritas,” ujarnya mengakhiri sambutannya.

Acara ini ditutup dengan seremonial pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan keberlanjutan semangat budaya di tengah masyarakat Bontang. (ADV)