SPASIKALTIM.COM, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian serius terhadap kesiapan kota dalam menyambut perayaan Natal, khususnya terkait kenyamanan umat beribadah serta stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdulloh, menegaskan bahwa perayaan keagamaan harus berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi bagi warga.

Helmi menyampaikan bahwa DPRD mendorong seluruh pihak terkait untuk memastikan persiapan dilakukan secara matang. Salah satu fokus utama adalah kesiapan lokasi perayaan Natal tingkat kota yang direncanakan berlangsung di kawasan Gelora Kadrie Oening, sebagai pusat kegiatan ibadah dan perayaan.

“Prinsipnya, DPRD mendukung penuh agar perayaan Natal berjalan khidmat dan lancar. Kami juga siap berpartisipasi sesuai dengan peran kelembagaan DPRD,” ujarnya, Kamis (18/12/25).

Selain aspek teknis perayaan, DPRD juga menaruh perhatian pada potensi dampak ekonomi yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan. Helmi menegaskan, ketersediaan dan distribusi bahan pokok penting (bapokting) harus menjadi perhatian utama agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

“Masalah bahan pokok tetap menjadi perhatian kami. Akan ada pembahasan khusus bersama pihak terkait untuk memastikan pasokan aman dan harga tetap terkendali menjelang Natal dan tahun baru,” katanya.

Terkait antisipasi meningkatnya jumlah jemaat, Helmi menjelaskan bahwa panitia telah menyiapkan skema penggunaan gedung tambahan di sekitar lokasi utama. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran pelaksanaan ibadah.

“Kalau antusiasme jemaat tinggi, sudah disiapkan alternatif gedung lain. Dari laporan yang kami terima, persiapan teknisnya sudah cukup matang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal Kota Samarinda, Hendri, menyampaikan bahwa pihaknya terus mematangkan konsep acara dan teknis pelaksanaan. Ia berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar perayaan Natal dapat berlangsung dengan damai dan penuh sukacita.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Semua kami persiapkan sebaik mungkin, mulai dari konsep acara, lokasi, hingga antisipasi teknis di lapangan,” ujarnya.

Hendri menambahkan, lokasi utama perayaan diperkirakan mampu menampung ribuan jemaat. Panitia juga menyiapkan berbagai skenario untuk menyesuaikan daya tampung dengan tingkat kehadiran umat.

“Berbagai skenario sudah kami siapkan. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan nyaman bagi umat yang hadir,” tandasnya.

Melalui koordinasi antara panitia, pemerintah daerah, dan DPRD Samarinda, perayaan Natal diharapkan tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga mencerminkan kesiapan kota dalam menjaga toleransi, ketertiban, serta stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. (ADV)