SPASIKALTIM.COM – Pemerintah Kota Bontang dan Perum Bulog menandatangani Nota Kesepahaman terkait rencana pembangunan Kompleks Pergudangan Bulog di Kota Bontang.
Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase, dan Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufiq, serta disaksikan oleh jajaran pejabat terkait dari Pemkot Bontang dan manajemen Bulog.
Dalam kegiatan ini hadir Kepala Bapperida Bontang, Amiruddin, Kabag PSDA Setda Bontang, Arief, Kabag Hukum Setda Bontang, Andi Kurnia, serta perwakilan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bontang. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat rantai pasokan pangan di wilayah Bontang dan sekitarnya.
Wali Kota Bontang, Basri Rase, berharap rencana pembangunan Kompleks Pergudangan Bulog dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Ia menekankan pentingnya peran Bontang sebagai kota industri yang strategis di Kalimantan Timur, serta sebagai daerah penyangga bagi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.
“Bontang adalah kota industri berbasis kimia dan LNG, juga menjadi daerah strategis sebagai penyangga IKN,” ujarnya.
Basri juga menyebutkan bahwa dengan adanya Kompleks Pergudangan Bulog, Bontang bisa menjadi daerah transit dalam suplai bahan pangan untuk Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Ia menekankan bahwa posisi strategis Bontang, dengan pelabuhan internasionalnya yang sering dikunjungi kapal asing, termasuk dari Rusia, menjadi keunggulan bagi kota ini.
“Dengan adanya pergudangan ini, diharapkan pasokan pangan di Bontang lebih stabil. Saat ini, hampir semua kebutuhan pangan masih dipasok dari Sulawesi dan Jawa, sehingga harga sering tidak stabil,” tambahnya.
Wali Kota juga berterima kasih kepada seluruh pihak di Perum Bulog atas kerjasama ini dan menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung percepatan pembangunan dengan menyiapkan tanah hibah bersertifikat, akses infrastruktur jalan, dan mempermudah perizinan.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bulog, Marga Taufiq, menyampaikan bahwa Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen dan sinergi antara Bulog dan Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
“Prinsip kerja sama ini adalah saling menguntungkan dan bermanfaat bagi kedua belah pihak,” kata Marga.
Kompleks Pergudangan Bulog akan dibangun di atas lahan seluas 3 hektar yang terletak di Jalan Letjen Urip Sumoharjo, Bontang Lestari. Dalam kerja sama ini, ruang lingkupnya mencakup penyediaan infrastruktur, akses jalan, penerbitan perda terkait tanah hibah, serta kemudahan perizinan.
Bulog, sebagai badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang logistik pangan, berperan dalam pengelolaan dan distribusi cadangan pangan seperti beras, kedelai, dan jagung. Pembangunan kompleks pergudangan di Bontang diharapkan mampu memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bontang atas kerja sama ini, semoga Nota Kesepahaman ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak,” tutup Marga. (ADV)





