Bontang — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berhasil meraih nilai Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP ASN) tertinggi di seluruh Kalimantan dengan skor 85,34 poin. Prestasi ini menempatkan Bontang sebagai yang terbaik di antara 46 instansi pemerintahan tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Regional Kalimantan.
Keberhasilan ini merupakan kali pertama diraih oleh Bontang dan dicapai melalui berbagai inisiatif strategis. Pada tahun 2023, Walikota Bontang, Basri Rase, telah mengeluarkan kebijakan pengembangan kompetensi yang berdampak pada peningkatan profesionalitas ASN di lingkup Pemkot Bontang.
Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan profil ASN Pemkot Bontang yang profesional dan kompeten. “Raihan profesionalitas tinggi hendaknya dibarengi dengan semangat dan nilai-nilai yang sama tingginya. ASN Pemkot Bontang harus menjadikan raihan IP ASN tahun ini sebagai landasan untuk menguatkan kembali profesionalitas masing-masing dalam pengabdian kepada masyarakat Kota Bontang,” ujar Aji.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang mengambil langkah strategis dengan menurunkan dua tim khusus. Tim pertama adalah Tim Pendampingan Penilaian Kinerja yang fokus pada penilaian SKP melalui e-Kinerja ASN secara digital. Tim ini berhasil meningkatkan dimensi kinerja IP ASN dengan menyumbang angka sebesar 25,47 poin, naik 4 poin dari tahun sebelumnya. Tim kedua adalah Tim Pengumpulan Data Kompetensi yang terdiri dari 104 Admin Data dari seluruh perangkat daerah dan unit kerja se-Kota Bontang.
Atas capaian ini, Bontang dipilih sebagai salah satu pilot project nasional untuk program Transformasi Nilai IP ASN Berbasis Meritokrasi oleh Direktorat Jabatan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyebut bahwa prestasi ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, tujuh instansi di Kalimantan mencapai kategori profesionalitas tertinggi, dengan Bontang sebagai pemuncaknya.
“Alhamdulillah tahun ini masuk kategori tinggi. Ada kenaikan signifikan dari sebelumnya. Pada 2022 Bontang masuk kategori sangat rendah dan 2023 naik satu tingkat,” kata Sudi.
Ia menambahkan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada pengumpulan data IP ASN yang komprehensif dan valid, yang diukur dari empat dimensi utama: kualitas pendidikan, pencapaian target kinerja, kompetensi dalam menjalankan tugas, dan kedisiplinan ASN. Dengan data yang terkumpul secara baik melalui Aplikasi Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN), Bontang dapat dinilai secara objektif oleh BKN.
“Prestasi ini tidak hanya menjadi bukti dari kerja keras ASN Pemkot Bontang, tapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bontang,” tutup Sudi.





