SPASIKALTIM.COM, BONTANG — Kelompok Budidaya Perikanan Berkah Jayadi Jl. Gunung Pasir RT. 01, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, hari ini menerima kunjungan dan pendampingan dari sejumlah pejabat daerah untuk mendukung program ketahanan pangan. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian Kota Bontang, Polsek Bontang Barat, serta anggota Kelompok Tani Berkah Jaya.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian Kota Bontang, Ahmad Aznem, Kapolsek Bontang Barat, Iptu Hadi Esmoyo, Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya, Fadli, dan Ketua Kelompok Tani Berkah Jaya, H. Ramli. Beberapa anggota Polri yang hadir, di antaranya Ps. Kanit Binmas Polsek Bontang Barat, Aiptu Markus Pinang, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kanaan, Aiptu Isak Kae, Jumat (08/11/2024).
Dalam kegiatan ini, tim melakukan pengecekan lahan pekarangan seluas sekitar 1 hektar yang digunakan untuk budidaya ikan air tawar seperti nila, lele, gurami, dan ikan mas.
Ketua Kelompok Tani Berkah Jaya, H. Ramli, menyampaikan bahwa lahan yang dikelola ini merupakan lahan perorangan dengan sertifikat PPAT.
“Lahan ini kami manfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kebutuhan pangan lokal,” ungkapnya.
Selain itu, H. Ramli juga menjelaskan salah satu kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya anggaran untuk pakan ikan.
“Kami masih kesulitan dengan anggaran pakan, sehingga upaya peningkatan hasil budidaya perlu dukungan lebih,” katanya.
Meskipun begitu, ia optimis bahwa peluang untuk meningkatkan produksi ikan air tawar di Bontang Barat masih sangat besar.
Kapolsek Bontang Barat, Iptu Hadi Esmoyo, menambahkan bahwa sinergi antara kelompok tani, pemerintah, dan aparat keamanan sangat penting dalam mendukung program ketahanan pangan.
“Kami di Polsek siap mendukung setiap upaya yang memperkuat ketahanan pangan di wilayah ini,” ujarnya.
Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat kota Bontang khususnya,warga masyarakat yang memiliki lahan sendiri dan belum di garap agar di manfaatkan untuk lahan ketahanan pangan baik ternak, ikan air tawar dan tanaman pangan yang dapat bermanfaat untuk semua warga masyarakat.
“Saya mengimbau kepada masyarakat bontang yang memiliki lahan sendiri dan belum digarap, agar dimanfaatkan dengan baik untuk tanaman pangan, ikan tawar dan tanaman lain”, tutup Iptu Hadi Esmoyo.
Diharapkan dengan adanya pendampingan ini, produksi ikan air tawar di Bontang Barat semakin meningkat sehingga dapat mendukung ketahanan pangan di daerah. Kegiatan ini juga turut didokumentasikan sebagai bagian dari upaya monitoring dan evaluasi program ketahanan pangan di tingkat lokal. (*)





